Kamis, 16 Februari 2012

Me with the ugly pretty truth

Salam guys, kembali  saya menulis untuk mengisi kekosongan yang sedang melanda ini. Gak ada salahnya untuk orang seperti saya ini menceritakan pengalaman pribadi maupun keluh kesah pribadi, it's ordinary for human beings right? . 
Oke, bagusnya bacotan ini di mulai dengan Prologue terlebih dahulu, kenapa ? karena pada prinsipnya tutur cerita yang akan saya tuturkan ini mengandung unsur apa yang terjadi, kenapa ini terjadi dan apa penyebab ini terjadi. Gaya penulisan acak-acakan ini akan sering anda jumpai dalam tulisan ini, maklum lah saya bukan penulis profesional, amatir pun bukan, karena saya hanya orang biasa yang mencoba menjadi lebih dari biasa dan berharap bisa menjadi luar biasa. 
Cukup sekian kata pengantar nya dan langsung saja simak bagian awal dari chapter demi chapter yang akan menghiasi blog ini. Enjoy it guys... 

CASE 1, PROLOGUE
Pepatah  bilang banyak jalan menuju Roma, tapi kenyataan yg sebenarnya jalan ke Roma hanya bisa ditempuh melalui jalur udara dan jalur laut yang biayanya tidak murah, jangan lupa masalah adminstrasi visa dan biaya yang harus dimiliki untuk menempuh perjalanannya dan itulah penggambaran paling nyata menurut saya dalam kehidupan ini. Pada dasarnya semua orang tua baik itu ayah/ibu atau kakek/nenek memiliki pandangan yang nyaris sama, ingin garis keturunannya menjadi something special, dan tentu saja menjadi beban semua garis keturunan yang dilahirkan, karena otomatis yang mereka rasakan adalah "being something special" dan entah bagaimana caranya mereka harus menggapai hal itu, dan pada akhirnya garis ketururnan itu akan terbagi menjadi 2, yaitu ada yang suskes menggapai special dan ada yang hanya mengkonsumsi mie goreng special tanpa bisa menggapai special. Saya mungkin sedikti mirip dengan penggambaran diatas, tapi berada di sisi permasalahan yang lain, yaitu Myself .
Myself ,diri kita dengan segala macam permasalahan yang ada dan tentu saja setiap orang memiliki problem yang berbeda-beda. Kadang terpikir hal aneh yang muncul di dalam otak ini, kenapa saya dilahirkan sebagai orang Indonesia? kenapa tidak dilahirkan sebagai orang inggris, jerman atau bahkan sebagai orang korea yang lagi booming akhir-akhir ini?  Mungkin ini sudah jadi suratan takdir yang tak bisa dielakan, jujur saja dilahirkan di negara berkembang sekelas Indonesia ini membutuhkan perjuangan 3x bahkan 4x lebih berat dibandingkan warga negara maju lainnya demi menggapai "something special" itu. 
Terlahir dari keluarga yang berkecukupan, tidak kekurangan dan tidak kelebihan, wangi kembang di kota kembang, hawa dingin di paris van java sudah menjadi trademark tersendiri untuk Saya dalam menjalani perjalanan hidup ini. Anak yang terlahir di penghujung masa orde baru mungkin masa-masa yang paling aman untuk kehidupan seorang bayi, tapi tidak untuk anak yang dilahrikan di masa transisi orde baru ke reformasi , teringat cerita Ibu di kala Saya masih taman kanak-kanak dan saat itu adik Saya baru lahir, tak mampu kami membeli susu yang biasa dibeli karena krisi keuangan yang melanda negeri ini, Phk dimana-mana, bahakan Bapak pun nyaris di mutasi ke kantor pusat karena bangkrutnya perusahaan swasta yang ada di Bandung. Kerugian, Kepasrahan, Penderitaan, Amarah, Kematian apalagi yang bisa tergambarkan saat itu, saat di mana Saya yang tak mengerti apa-apa dan masih menikmati masa kanak-kanak di TK yang sederhana dan boleh di bilang tak layak ini disuguhi oleh channel TV yang terus menerus menyiarkan kekisruhan dan kepanikan di  Negeri Ibu Pertiwi ini .
Saya cukup beruntung karena tidak ada sanak saudara yang tewas akibat huru-hara para mahasiswa kala itu. Tapi cukup merasakan kenyataan pahit akan kehidupan keluarga yang memburuk karena krisis ini, satu hal yang bisa mengobati rasa pahit adalah dikala setiap sebulan sekali Bapak gajian, saya selalu diajak pergi ke pusat grosir mainan di daerah alun-alun untuk membeli mainan, teringat kala itu mainan yang sering dibeli adalah mini 4WD atau yang lebih dikenal sebagai Tamiya, naik kendaraan umum ke alun-alun mungkin memori yang cukup dikenang sampai sekarang, keadaan Bandung yang tak semacet sekarang dan banyak nya pedagang di pinggir jalan menjual kaset tape menjadi pemandangan yang tak terlupakan pada saat saya kecil. 
Sedikit ulasan tadi menjadi pembuka menuju kejadian aneh/unik/sedih/bahagia nya perjalana dan pengalaman yang saya alami. So, don't miss it for teh next case guys ! 

Senin, 13 Februari 2012

Harry Potter Ke-7 Part 2 , ITS ALL ENDS

Hola amigos, sudah lumayan lama rasanya saya ngga ngeblog, sempat lupa password akun google juga.
(hahaha). kini Menyambut 2012 mari simak coretan saya yg ga kelar dari 2011.
----------------------->>>----------------------------------->>>---------------------------------->>>

Tidak terasa bulan suci Ramadhan yang penuh hikmah ini kembali berkunjung ke bumi pertiwi, Saya menyambut baik bulan ramadhan dengan Senyuman . tepat 2 hari sebelum ramadhan, saya dan teman saya berniat nonton film yang lagi hot2nya sekarang, yak apalagi kalau bukan petualangan bocah ajaib ahli sihir Harry Potter yang terakhir berjudul Deathly Hollows Part 2 .Wacana menonton HP terealisasikan jua, Itung2 munggahan sebelum puasa, saya dan beberapa teman saya sepakat nonton film ini malem hari. Sesudah salat jumat, saya dan teman saya tanpa berpikir panjang langsung berangkat ke bioskop kesayangan untuk membeli tiket(dikarenakan takut kehabisan tiket), anehnya hari itu Bandung seperti kerak neraka, panas pisan, macet gila, dan Hopless . lama nian kami mengendarai sepeda motor, melewati rintangan sana sini sekitar 45 menit barulah kami sampai di tempat tujuan(bioskop kesayangan red.) . kami sempat berdiskusi, mau Gaya Udik atau Gaya Borjuis ? lalu apa hubungannya dengan membeli tiket HP di bioskop? saya akan memberikan petunjuk :
1) Gaya Udik : gaya rata2 penikmat movies di indonesia, dimana situasi dirasa dead line, maka para moviers(penikmat movies) berlari sekencang-kencangnya untuk mencapai loket karcis, tak peduli rintangan berat yang akan dihadapi selama berlari.
2) Gaya Borjuis : gaya moviers yang panik untuk membeli tiket karena takut ga kebagian  tapi tetap mempertahankan Self Image nya di depan umum, jadi  panik didalam tapi santai diluar .
 Singkat cerita, kami memutuskan untuk memakai Gaya Borjuis dengan sedikit gabungan Gaya Udik, maksudnya "keep calm feat. jalan cepat", ga beberapa lama kemudian dapet juga itu tiket, beli 4 biji senang rasanya hati ini, ga bisa menutupi perasaan berkilau ini dan tampang pun berubah menjadi bangga "-_- .

Momen krusial datang, jujur saya prepare dari sore buat nonton film ini. mulai dari outfit sampe infit . dan tepat sesuai dugaan, temen saya nyamper ke rumah sambil bawa pacar nya juga, dan that's realize how important this movie for all of us(lebey). okey, skip ke momen paling konyol dalam pengalaman ini. kebetulan temen saya yang satu lagi megang tiket nya bro.. 4 tiket yg dibeli otomatis ada di dompet dia. Dia sebenarnya full bertangung jawab perihal situasi ini, tapi apa daya tangan tak sampai, sore nya dia tidur d kamar nenek nya, dompet dan segala perabotnya dia simpen di atas meja d kamar nenek nya, mungkin karena masih belekan ke bawa ngantuk dia lupa bawa barang2nya yg ketinggalan.Udah kita jalan sampe bioskop tercinta, pas mau masuk ke ruangan ternyata c karcis ga ada, panik jelas putus asa pasti. dan temen saya yang bertanggung jawab perihal tiket ini menyadari bahwa semua dompet dan perabotnya ketinggalan di kamar neneknya, dan di bioskop itu dia bawa dompet yang lain yg udah kepasang di celana yang lain juga. otomatis itu dompet ga ada duitnya dan yg paling penting Tiketnya pun ga ada. hufth cape sudah diri ini, tapi malah jadi ngakak ga ketulungan, saya , temen saya dan pacarnya ketawa ga berhenti, cuman dia aja yang cemberut dan pusing tujuh keliling, so apa yang kita berepat tempuh untuk menyelesaikan problem ini? jawabannya adalah............ PECEL LELE TELKOM !! , kita ber4 jadinya makan pecel lele karena jujur aja kita semua laper abis, gagal nonton jangan sampai gagal makan, bener ga bro?? hehhehe. Jadi kesimpulan yg bisa saya ambil dari film HARRY POTTER AND THE DEATHLY HOLLOWS PART 2 IT ALL ENDS WITH EAT PECEL CATFISH  "-______-" .