Oke, bagusnya bacotan ini di mulai dengan Prologue terlebih dahulu, kenapa ? karena pada prinsipnya tutur cerita yang akan saya tuturkan ini mengandung unsur apa yang terjadi, kenapa ini terjadi dan apa penyebab ini terjadi. Gaya penulisan acak-acakan ini akan sering anda jumpai dalam tulisan ini, maklum lah saya bukan penulis profesional, amatir pun bukan, karena saya hanya orang biasa yang mencoba menjadi lebih dari biasa dan berharap bisa menjadi luar biasa.
Cukup sekian kata pengantar nya dan langsung saja simak bagian awal dari chapter demi chapter yang akan menghiasi blog ini. Enjoy it guys...
CASE 1, PROLOGUE
Pepatah bilang banyak jalan menuju Roma, tapi kenyataan yg sebenarnya jalan ke Roma hanya bisa ditempuh melalui jalur udara dan jalur laut yang biayanya tidak murah, jangan lupa masalah adminstrasi visa dan biaya yang harus dimiliki untuk menempuh perjalanannya dan itulah penggambaran paling nyata menurut saya dalam kehidupan ini. Pada dasarnya semua orang tua baik itu ayah/ibu atau kakek/nenek memiliki pandangan yang nyaris sama, ingin garis keturunannya menjadi something special, dan tentu saja menjadi beban semua garis keturunan yang dilahirkan, karena otomatis yang mereka rasakan adalah "being something special" dan entah bagaimana caranya mereka harus menggapai hal itu, dan pada akhirnya garis ketururnan itu akan terbagi menjadi 2, yaitu ada yang suskes menggapai special dan ada yang hanya mengkonsumsi mie goreng special tanpa bisa menggapai special. Saya mungkin sedikti mirip dengan penggambaran diatas, tapi berada di sisi permasalahan yang lain, yaitu Myself .
Myself ,diri kita dengan segala macam permasalahan yang ada dan tentu saja setiap orang memiliki problem yang berbeda-beda. Kadang terpikir hal aneh yang muncul di dalam otak ini, kenapa saya dilahirkan sebagai orang Indonesia? kenapa tidak dilahirkan sebagai orang inggris, jerman atau bahkan sebagai orang korea yang lagi booming akhir-akhir ini? Mungkin ini sudah jadi suratan takdir yang tak bisa dielakan, jujur saja dilahirkan di negara berkembang sekelas Indonesia ini membutuhkan perjuangan 3x bahkan 4x lebih berat dibandingkan warga negara maju lainnya demi menggapai "something special" itu.
Terlahir dari keluarga yang berkecukupan, tidak kekurangan dan tidak kelebihan, wangi kembang di kota kembang, hawa dingin di paris van java sudah menjadi trademark tersendiri untuk Saya dalam menjalani perjalanan hidup ini. Anak yang terlahir di penghujung masa orde baru mungkin masa-masa yang paling aman untuk kehidupan seorang bayi, tapi tidak untuk anak yang dilahrikan di masa transisi orde baru ke reformasi , teringat cerita Ibu di kala Saya masih taman kanak-kanak dan saat itu adik Saya baru lahir, tak mampu kami membeli susu yang biasa dibeli karena krisi keuangan yang melanda negeri ini, Phk dimana-mana, bahakan Bapak pun nyaris di mutasi ke kantor pusat karena bangkrutnya perusahaan swasta yang ada di Bandung. Kerugian, Kepasrahan, Penderitaan, Amarah, Kematian apalagi yang bisa tergambarkan saat itu, saat di mana Saya yang tak mengerti apa-apa dan masih menikmati masa kanak-kanak di TK yang sederhana dan boleh di bilang tak layak ini disuguhi oleh channel TV yang terus menerus menyiarkan kekisruhan dan kepanikan di Negeri Ibu Pertiwi ini .
Saya cukup beruntung karena tidak ada sanak saudara yang tewas akibat huru-hara para mahasiswa kala itu. Tapi cukup merasakan kenyataan pahit akan kehidupan keluarga yang memburuk karena krisis ini, satu hal yang bisa mengobati rasa pahit adalah dikala setiap sebulan sekali Bapak gajian, saya selalu diajak pergi ke pusat grosir mainan di daerah alun-alun untuk membeli mainan, teringat kala itu mainan yang sering dibeli adalah mini 4WD atau yang lebih dikenal sebagai Tamiya, naik kendaraan umum ke alun-alun mungkin memori yang cukup dikenang sampai sekarang, keadaan Bandung yang tak semacet sekarang dan banyak nya pedagang di pinggir jalan menjual kaset tape menjadi pemandangan yang tak terlupakan pada saat saya kecil.
Sedikit ulasan tadi menjadi pembuka menuju kejadian aneh/unik/sedih/bahagia nya perjalana dan pengalaman yang saya alami. So, don't miss it for teh next case guys !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar