Hola amigos, sudah lumayan lama rasanya saya ngga ngeblog, sempat lupa password akun google juga.
(hahaha). kini Menyambut 2012 mari simak coretan saya yg ga kelar dari 2011.
----------------------->>>----------------------------------->>>---------------------------------->>>
Tidak terasa bulan suci Ramadhan yang penuh hikmah ini kembali berkunjung ke bumi pertiwi, Saya menyambut baik bulan ramadhan dengan Senyuman . tepat 2 hari sebelum ramadhan, saya dan teman saya berniat nonton film yang lagi hot2nya sekarang, yak apalagi kalau bukan petualangan bocah ajaib ahli sihir Harry Potter yang terakhir berjudul Deathly Hollows Part 2 .Wacana menonton HP terealisasikan jua, Itung2 munggahan sebelum puasa, saya dan beberapa teman saya sepakat nonton film ini malem hari. Sesudah salat jumat, saya dan teman saya tanpa berpikir panjang langsung berangkat ke bioskop kesayangan untuk membeli tiket(dikarenakan takut kehabisan tiket), anehnya hari itu Bandung seperti kerak neraka, panas pisan, macet gila, dan Hopless . lama nian kami mengendarai sepeda motor, melewati rintangan sana sini sekitar 45 menit barulah kami sampai di tempat tujuan(bioskop kesayangan red.) . kami sempat berdiskusi, mau Gaya Udik atau Gaya Borjuis ? lalu apa hubungannya dengan membeli tiket HP di bioskop? saya akan memberikan petunjuk :
1) Gaya Udik : gaya rata2 penikmat movies di indonesia, dimana situasi dirasa dead line, maka para moviers(penikmat movies) berlari sekencang-kencangnya untuk mencapai loket karcis, tak peduli rintangan berat yang akan dihadapi selama berlari.
2) Gaya Borjuis : gaya moviers yang panik untuk membeli tiket karena takut ga kebagian tapi tetap mempertahankan Self Image nya di depan umum, jadi panik didalam tapi santai diluar .
Singkat cerita, kami memutuskan untuk memakai Gaya Borjuis dengan sedikit gabungan Gaya Udik, maksudnya "keep calm feat. jalan cepat", ga beberapa lama kemudian dapet juga itu tiket, beli 4 biji senang rasanya hati ini, ga bisa menutupi perasaan berkilau ini dan tampang pun berubah menjadi bangga "-_- .
Momen krusial datang, jujur saya prepare dari sore buat nonton film ini. mulai dari outfit sampe infit . dan tepat sesuai dugaan, temen saya nyamper ke rumah sambil bawa pacar nya juga, dan that's realize how important this movie for all of us(lebey). okey, skip ke momen paling konyol dalam pengalaman ini. kebetulan temen saya yang satu lagi megang tiket nya bro.. 4 tiket yg dibeli otomatis ada di dompet dia. Dia sebenarnya full bertangung jawab perihal situasi ini, tapi apa daya tangan tak sampai, sore nya dia tidur d kamar nenek nya, dompet dan segala perabotnya dia simpen di atas meja d kamar nenek nya, mungkin karena masih belekan ke bawa ngantuk dia lupa bawa barang2nya yg ketinggalan.Udah kita jalan sampe bioskop tercinta, pas mau masuk ke ruangan ternyata c karcis ga ada, panik jelas putus asa pasti. dan temen saya yang bertanggung jawab perihal tiket ini menyadari bahwa semua dompet dan perabotnya ketinggalan di kamar neneknya, dan di bioskop itu dia bawa dompet yang lain yg udah kepasang di celana yang lain juga. otomatis itu dompet ga ada duitnya dan yg paling penting Tiketnya pun ga ada. hufth cape sudah diri ini, tapi malah jadi ngakak ga ketulungan, saya , temen saya dan pacarnya ketawa ga berhenti, cuman dia aja yang cemberut dan pusing tujuh keliling, so apa yang kita berepat tempuh untuk menyelesaikan problem ini? jawabannya adalah............ PECEL LELE TELKOM !! , kita ber4 jadinya makan pecel lele karena jujur aja kita semua laper abis, gagal nonton jangan sampai gagal makan, bener ga bro?? hehhehe. Jadi kesimpulan yg bisa saya ambil dari film HARRY POTTER AND THE DEATHLY HOLLOWS PART 2 IT ALL ENDS WITH EAT PECEL CATFISH "-______-" .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar